Selasa, 26 November 2013

Jika Galau, Resah, & Perasaan Sedih Melanda



Sahabat Fillah yang dicintai Allah dimana pun berada.....

Dalam kehidupan ini, terkadang kita didera berbagai derita. Tak jarang hati ini dilanda beragam perasaan yang mengusik hati, menyiksa jiwa dan membuat hidup kita menjadi keruh dan sempit.

Ada tiga jenis perasaan yang mengganggu jiwa seseorang.
> Pertama "HUZN" (kesedihan terhadap apa yang terjadi di masa lalu),
> Kedua "HAMM" (keresahan lantaran kekhawatiran akan masa depan) dan
> Ketiga "GHAMM" (perasaan gundah saat kita menghadapi kenyataan yang sulit yang tengah kita hadapi sekarang).

Tiga perasaan ini tak bisa lenyap dari jiwa kita kecuali melalui ketulusan penuh untuk kembali kepada Allah, kesempurnaan perasaan hina di hadapan-Nya, kerendahan hati kepada-Nya, ketundukan dan kepasrahan terhadap perintah-Nya, percaya akan ketentuan-Nya, mengenal-Nya dan mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya, percaya kepada kitab-Nya, selalu membaca dan merenungi serta mengamalkan segala kandungannya.
Dengan itu semua, bukan dengan yang lain, segala kekacauan hati itu akan sirna, dada menjadi lapang, dan kebahagiaan pun akan datang.

‘Abdullah bun Mas’ud meriwayatkan bahwa Nabi bersabda:
“Tidaklah seorang hamba mengucapkan doa berikut ini tatkala ia didera keresahan atau kesedihan melainkan Allah pasti akan menghilangkan keresahannya dan akan menggantikan kesedihannya dengan kegembiraan.
Para Sahabat bertanya:
‘Wahai Rasulullah, sudah seharusnya kami mempelajari doa tersebut.'
Rasulullah menjawab:
“Benar. Sudah seharusnya orang yang mendengarnya mau mempelajarinya." [Musnad Ahmad 1/391, Ash-Shahihah no 199]

Doa yang dimaksud berbunyi:
"
Ya Allah, sungguh aku ini adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, anak dari hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu, ketentuan-Mu berlaku pada diriku, keputusan-Mu adil terhadapku...
Aku memohon kepada-Mu dengan semua nama yang merupakan milik-Mu, nama yang Engkau lekatkan sendiri untuk menamai diri-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang di antara hamba-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar Engkau menjadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghilang kesedihanku dan pelenyap keresahanku." [ Lihat al-Fawa’id karya Imam Ibnul Qayyim halaman 44]


Sudah selayaknya kita sebagai seorang Muslim mau mempelajari dan berupaya kuat untuk mengucapkannya kala ditimpa kesedihan, keresahan maupun kegalauan.
Dan hendaknya kita juga tahu bahwa ungkapan-ungkapan doa tersebut hanya akan bermanfaat bila kita memahami maknanya, merealisasikan tujuannya dan mengamalkan kandungannya.